Diantara diagfragmaku
ada sebuah puisi
Namun tak pernah mampu bernyata dalam rumah-rumah buku harianku
Kata-katanya bagai hembusan nafasku
Rimanya setara dengan nadiku
Panjangnya seperti angan-anganku
puisi itu betah... mendiami diafragmaku selama 22 tahun
puisi itu tentang
ibuku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar