(Ra'..Semangaaat...!!!)
"Allah tidak melihat hasil, Allah melihat proses"
Setiap kita (sadar ataupun tidak) sedang menjalani sebuah proses bernama kehidupan. kadang kita bangkit, lebih sering malah terjatuh, di suatu saat kita tersenyum disaat yang lain kita tertawa (nyaman sekali kayaknya kalau hidup kayak gini^^).
Hidup selalu menawarkan proses, dan kita adalah subjek yang menjalani siklus tersebut.
Hidup selalu menawarkan proses, dan kita adalah subjek yang menjalani siklus tersebut.
Namun, pada beberapa keadaan, terkadang kita terlalu tergesa-gesa, hingga tak sempat menikmati proses yang Allah anugrahkan kepada kita. Tergesa-gesa untuk apa?? tergesa-gesa untuk melihat hasil! Lalu, apa yang salah disini? Paradigma. Paradigma bahwa hasil adalah tujuan saat kita menjalani proses. ingatlah, proses tanpa hasil cenderung lebih positif dari pada hasil tanpa proses. Mengapa demikian? sebab dalam proses ada belajar. Proses mendidik kita untuk berkorban dan maksimal dalam berusaha. Diluar dari itu, kita harus yakin bahwa menjalani proses dengan maksimal akan membuat kita mendapatkan hasil yang maksimal pula.
"mentalitas adalah energi untuk menjalani proses"
Saya suka quote ini, kuat-tidaknya mentalitas cukup menentukan seberapa besar energi yang kita miliki dalam menjalani proses, sebab maskipun proses adalah sebuah anugrah, tak jarang kita menemukan orang-orang yang berguguran dan mundur dari kompetisi mental tersebut, alias kalah menjalani proses. Dengan kata lain, untuk menikmati sebuah proses kita harus mengasah mentalitas kita, nah lagi-lagi saya ingin bertanya "proses yang membentuk mental" atau "mental yang membentuk proses"?? Pertanyaan ini tidak semudah menjawab telur dulu baru ayam atau sebaliknya, sebab mental dan proses saling mempengaruhi satu sama lain (ini pendapat saya) mereka yang memiliki mentalitas yang kuat akan menjalani proses seberat apapun itu, sebaliknya mereka yang menjalani proses akan menajamkan mentalitas yang ada pada diri mereka.. Ah..lagi-lagi saya mengeluarkan sebuah defenisi, (saya memang senang membuat defenisi^) ini juga bagian dari proses yang kita jalani kan??
Diluar semua itu, jujur, saya masih termasuk orang yang lemah dalam menjalani proses hidup ini, menjadi manusia yang teoritikal (saya butuh kamus, teoretikal atau teoritikal??) lebih mudah dari pada manusia yang actional (nah, lagi2..kata ini ada gak dalam bahasa inggris?? )..Seorang teman pernah mengkritik, katanya saya kurang dari sisi "etos-kerja", yah.. kita memang harus peduli pada kritik, kritik adalah kejujuran yang mungkin menyakitkan, namun ketika kita berusaha untuk melihat sisi positif, kritik akan mengubah mentalitas kita, bahkan akan sangat membantu kita dalam menjalani proses dalam hidup ini..
NB :thanksalotsista..Lets enjoy the process
Tidak ada komentar:
Posting Komentar